Bismillaahirrahmaanirrahiim....
Kamu pernah dicurangi? Atau malah melakukan kecurangan dan terus ikut berputar di dalamnya?
Sawadikha! Kata orang, masa SMA itu saat sedang nakal-nakalnya. Meski begitu, bukan berarti kita ikut-ikutan melakukan kenakalan dan kecurangan. Kali ini saya mau review drama Thailand Bad Genius: The Series. Genius Nakal.
Lynn siswi yang pintar dan benci kecurangan. Ketika masuk SMA, dia bertemu Grace dan bersahabat dengannya. Suatu ketika, Grace ingin mendapatkan peran dalam drama tapi terkendala karena nilai. Lynn mencoba membantu Grace belajar. Saat ujian, Lynn mendapati bahwa contoh soal Grace yang diberikan guru lesnya ternyata sama dengan soal ujian. Tapi tetap saja Grace tidak mampu mengerjakan sehingga Lynn memberikannya sontekan.
Niat Lynn membantu Grace ditanggapi lain oleh Pat, pacar Grace. Dia meminta bantuan Lynn untuk memberikan sontekan selama ujian dengan imbalan uang. Lynn tentu saja menolak itu karena berpikir dia punya beasiswa. Kenyataan, ternyata beasiswa yang Lynn terima tidak utuh seperti janji kepala sekolah melainkan dibagi dengan siswa berprestasi lainnya yaitu Bank. Hal lain juga muncul di mana Ayah Lynn juga memberikan 'uang sponsor' untuk sekolah.
Merasa dicurangi, akhirnya Lynn menerima kesepakatan bersama Pat. Tapi Lynn juga menginginkan klien lain agar bisa menghasilkan banyak uang dan tak perlu mengambil beasiswa. Lalu, akankah Lynn berhenti? Atau justru terus terlibat dalam kecurangan lainnya?
Native Title: ฉลาดเกมส์โกงAlso Known As: Bad Genius: The Series, Chalard Games GoengScreenwriter & Director: Pat BoonnitipatGenres: Suspense, Thriller, Crime, School, DramaTags: Smart Female Lead, Cheating, Student, Genius, Smart Male Lead, Poor Male Lead, Slight Romance, Based On True Story, Rich Characters, Top StudentCountry: ThailandType: DramaEpisodes: 12Aired: Aug 3, 2020 - Sep 8, 2020Aired On: Monday, TuesdayOriginal Network: GMM OneDuration: 53 minCast:Juné Plearnpichaya Komalarajun - LynnJaonaay Jinjett Wattanasin - Bank ThanaphonNana Sawanya Paisarnpayak - GraceIce Paris Intarakomalyasut - PatSaksit Tangthong - Vit [Lynn's father]Um Apasiri Nitibhon - Headmistress PornthipWillie Ruengrit McIntosh - Ake [Pat's father]Organ Rasee Wacharapolmek - Wan [Lynn's mother]Ratchanok Sangchuto - [Bank's mother]Wattanajinda Sirapan - MusicTonhon Tantivejakul - PingJunior Panachai Sriariyarungruang - ThirdNont Sadanont Durongkavarojana - TongBig Sarut Vichitrananda -Mr. SophonClaudine Craig - Claire
Review Thailand Drama Chalard Games Goeng The Series
Setelah menyelesaikan My Husband in Law, saya sudah tahu bahwa Bad Genius akan dibuat serinya. Jujur saya agak ragu untuk mengikuti lakorn ini meski tahu bahwa drama dari GMM One itu enggak mengecewakan seperti My Bubble Tea.
Pertama, Film Bad Genius itu bagus banget. Saya khawatir kalau berekspektasi lebih dan akhirnya malah kecewa. Kedua, pemainnya semua diganti dan saya hanya tahu Ice Paris Intarakomalyasut sebagai penyanyi. Bisakah lakorn ini minimal menyamai filmnya? Akhirnya daripada berasumsi, saya pun mencoba nonton Drama Thailand Bad Genius: The Series.
Mereka memilih untuk melakukan kecurangan. Saat memilih jalan pintas ini, mereka juga harus siap menerima risiko
Diceritakan setelah berhasil membantu Grace mendapatkan nilai bagus juga peran dalam drama, Lynn akhirnya mendapatkan tawaran dari Pat, pacar Grace. Awalnya Lynn menolak karena punya beasiswa. Lalu Pat mengatakan bahwa tiap anak yang masuk ke sekolah tersebut, harus memberikan 'sponsor' dan Ayah Lynn juga melakukan itu. Ditambah lagi, beasiswa yang dia terima tidak penuh karena dibagi dengan Bank. Lynn pun berubah pikiran dan menyerahkan beasiswa penuh pada Bank yang dianggap lebih membutuhkan daripada dirinya. Dia juga menerima tawaran Pat dan Teman-temannya untuk memberikan sontekan.
Sontekan pertama, Lynn masih menggunakan cara lama. Berisiko? Jelas apalagi Mr. Sophon juga tahu perbuatan Lynn. Akhirnya Lynn keluar dari kelas dan dikejar Mr. Sophon. Intinya Lynn 'Mengancam' gurunya yang telah memberikan bocoran soal pada siswa yang ikut bimbel padanya.
Karena menganggap cara lama terlalu berisiko, Lynn berusaha membuat metode baru untuk memberikan sontekan. Lynn terpikir untuk memakai nada piano. Tapi menurut kliennya, itu terlalu sulit untuk dihafal. Akhirnya Lynn mendapatkan ide dengan menggunakan detik pada jam di dinding.
Lancar? Harusnya seperti itu andai Bank tidak ikut ujian di kelas mereka. Ketika Lynn menggerakkan tubuhnya untuk memberikan kode sontekan, Bank merasa terganggu. Dan drama juga muncul saat Bank kedapatan membawa kertas yang diakui sebagai nama pelanggan penatu miliknya. Kehebohan juga terjadi di mana ada Penghianat yang memberikan jawaban pada murid lain yang bukan klien Lynn. Siapa kira-kira?!
Orang memiliki banyak alasan untuk melakukan kecurangan. Selalu ada hal tak adil terjadi. Hal itu memaksa kita untuk memilih, melakukan hal itu lagi atau tidak
Dan Lynn melakukannya lagi. Niatnya itu untuk terakhir kali hingga kliennya minimal bisa mendaftarkan diri di bangku kuliah dengan nilai mereka. Dan klien kali ini jauh lebih banyak. Lynn pun memanfaatkan kerusakan yang terjadi pada suara speaker.
Semua berjalan lancar sampai Bank yang meskipun di kelas yang berbeda merasakan kecurigaan. Dia pun melapor pada Guru bahkan mencari tahu sendiri siapa yang sebenarnya melakukan kecurangan itu. Dan akhirnya Bank pun tahu bahwa Lynn lah yang melakukannya.
Itu jadi pukulan juga buat Bank yang menganggap Lynn gadis baik bahkan mau memberikan beasiswanya. Mereka sudah akrab juga meski awalnya tidak. Untuk Lynn, jauh lebih pahit. Kesempatannya untuk mengambil beasiswa di Amerika hilang. Dia juga mendapat skorsing selama 6 bulan.
Selama menjalani skorsing, Lynn juga jadi guru les. Kenyataannya, anak-anak yang les bukan untuk belajar. Mereka hanya bermain. Sampai P'Music mengajak Lynn untuk menjadi joki ujian. Wagelasih! Double kill karena kliennya adalah Grace.
Membatalkan diri sebagai joki Grace, Lynn malah memberikan ide untuk mengikuti ujian STIC atau tes berstandar internasional untuk penerimaan di universitas. Dia akan terbang ke Sydney. Masalahnya, Lynn tidak bisa melakukan itu sendiri. Dan Bank akhirnya muncul menawarkan diri untuk ikut melakukan kecurangan itu. Lalu, apa alasan Bank sebenarnya hingga mau melakukannya?
Game Curang yang Cerdas
Bahkan jika kita tidak melakukan kecurangan, kehidupan ini akan mencurangi kita
Jika di awal saya merasa tidak yakin untuk menonton Bad Genius: The Series, maka setelahnya saya merasa ah kalian harus nonton lakorn ini. Seri ini sangat berbeda dari filmnya meski sama-sama di produksi oleh Jor Kwang Films. Lebih menarik menurut saya.
Dalam Chalard Games Goeng The Series, selain soal sontekan yang bahkan sampai ke tingkat internasional, kita juga disuguhi cerita masing-masing pemerannya. Seperti Grace yang menginginkan peran dalam drama sampai dia juga melakukan kebohongan dengan Lynn yang menganggapnya sahabat dan juga Pat pacarnya.
Pat yang terlihat sok dan sombong ternyata ingin mendapatkan nilai bagus karena takut dengan Ayahnya. Sampai akhirnya Pat memberontak dan mengatakan bahwa dia juga mengikuti Ayahnya yang menyogok agar Pat bisa masuk SMA. Rasanya seperti tonjokan, keras banget!
Sementara Bank yang hidup serba sederhana dan mengandalkan penatu harus menghadapi kenyataan bahwa Ibunya mengalami sakit yang cukup serius. Dia juga mengandalkan nilai agar mendapat beasiswa tapi malah harus bersaing dengan Lynn.
Lalu Lynn sendiri yang mendapati Ayahnya memberikan uang sponsor agar kesempatan Lynn bisa kuliah di luar negeri terbuka lebar. Memilih terbang ke Sydney juga cukup masuk akal karena Ibunya tinggal di sana.
Karena alasan personal itu, akhirnya saya pun merasa iba. Saya tidak bisa menyalahkan keputusan mereka melakukannya meski tahu bahwa itu salah. Mereka hanya mengikuti aturan dunia yang sering kali penuh dengan kecurangan.
Mungkin tak akan ada saat terakhir untuk melakukan kecurangan. Mereka melakukan kecurangan, kita membalasnya. Itu jauh lebih mudah. Kita hanya harus menerimanya bahwa dunia memang seperti itu
Nonton film Bad Genius itu sudah tegang. Ini Bad Genius: The Series lebih parah. Double tegangnya sampai saya mulas sendiri bahkan lupa bernapas saat nonton episode 11. Ya ampun! Gila banget pokoknya. Jika beberapa tahun lalu saya merasa bahwa Drama The Beauty Inside berhasil melakukan remake dari Film The Beauty Inside, maka Chalard Games Goeng The Series sangat berhasil. Saya bisa merasakan debaran tapi juga simpati pada mereka.
Tiap karakter dari Bad Genius: The Series ini kuat dengan cara sendiri. Saya bahkan sedikit melupakan karakter di film. Sangat berbeda. Meski saya baru tahu akting mereka, serius mereka itu sangat baik dalam berperan. Bahkan pemain pembantu juga cukup meyakinkan.
Di awal saya bilang tahu Ice Paris Intarakomalyasut saat menyanyikan Love Sirine, maka saya baru ngeh kalau Nana Sawanya Paisarnpayak pemeran Grace itu bermain juga di drama My Ambulance. Lalu Um Apasiri Nitibhon sebagai Kepala Sekolah, dia bermain di Love at First Hate dan Happy Old Year. Dan Juné Plearnpichaya Komalarajun pemeran Lynn, saya hanya tahu dia itu anggota Idol Grup BNK48. Sementara pemeran Bank, Jaonaay Jinjett Wattanasin ternyata baru pertama kali bermain drama dan itu Bad Genius: The Series.
Melakukan hal yang salah demi mendapatkan keinginan kita, suatu hari nanti kita bisa kehilangan semua hal yang kita cintai
Chalard Games Goeng The Series itu jadi sindiran pedas terutama untuk sistem pendidikan dan gambaran kesenjangan sosial. Sadar atau tidak, bahkan saya sendiri juga pernah mengalami kecurangan dan mungkin ikut berkubang di dalamnya. Seperti anak yang dijanjikan beasiswa dan sebenarnya itu hanya untuk nama baik sekolah bahkan praktik nepotisme. Dan tentu saja masih banyak hal atau yang terbaru kemarin yaitu penerimaan siswa yang mengutamakan usia. Rasanya dunia memang tidak adil ya!
Meski begitu buruknya, saya tetap berharap dunia pendidikan akan jauh lebih baik, tak ada lagi kecurangan atau sistem yang menyakiti banyak anak. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang baik, siapa pun itu. Semoga saja.
Ada sedikit harapan semoga Bad Genius: The Series ini ada lanjutannya apalagi Lynn juga punya misi besar. Apa itu? Jika penasaran, tonton sendiri saja!
Dan saya akhiri review drama Thailand Bad Genius: The Series ini. Ada yang sudah nonton? Share pendapat kalian ya! Sampai jumpa. Happy blogging!
Sumber info dan gambar: Mydramalist & FP gdh559
Ternyata drama thailand juga bagus2 ya
BalasHapusdulu sering lihat di TPI (sekarang MNC)
kayaknya perlu di tonton juga nih
makasih reviewnya mbak
Ku udah nonton BAD GENIUS yg pilemnya, keren paraaahhh
BalasHapusini lagi kepo ama series-nya
Makasiii udah dibikin review ya :D
Nontonnya ini dimana, mbak? Youtube ya?
BalasHapusIde ceritanya bagus nih
BalasHapusNonton jangan ya?
Ngga nonton kok penasaran 😀😀😀
Drama Thailand ternyata lumayan rame juga yah jalan ceritanya, gak kalah sama drakor hehehe
BalasHapusMenarik. Aku belum pernah nonton drama Thailand yg genrenya kayak gini soalnya mba Jiah.
BalasHapusSeru!
Belom pernah nonton drama Thailand, tapi ceritanya bagus banget jiah.
BalasHapusPemain2nya juga kece2nyaa.
Kalo dicurangin mah pernah, huhuu aplgi sama temen sendiri.
Ntar malam kayaknya mau coba nonton nih DraThai
BalasHapusMoga2 cucoookk
Aku udah nonton film ini juga sempat gak belain sih kelakuan mereka nyontek gitu hehe tapi sedih juga karena ada alasan dan realita dibalik itu. Tapi bagaimanapun hal yang salah dilakukan pasti ada imbasnya
BalasHapusfilm Thailand yang pernah aku tonton itu tentang back to 90s gitu, aduh apa ya judulnya, nah karena ke-distract sama cara bicaranya orang Thailand aku kadang pilih yang dual language heheh
BalasHapusCeritanya lumayan menguras emosi ya. Walau belum pernah nonton, seperti menarik untuk diikuti kak. Makasih ya rekomendasinya.
BalasHapusDrama tiga babak nih, harusnya Lynn tetap berpegang teguh pada pendiriannya ya
HapusDi dunia ini kadang yang konsisten itu yang mennag
rekomended banget yah bad genius ini, aku lihat ulasannya juga di twitter
BalasHapusWaaa, gak diceritain akhirannya. Saya penasaran banget. Nonton, ah
BalasHapusPenasaran deh dengan film, sampai dibuatkan drama seri ya..aku dulu sering nonton drama Thai karena suami suka nontonnya..sampai film hantu jugaak huhu
BalasHapusHm...film yang bisa diambil hikmah jika pendidikan adalah hak semua orang. Bikin penasaran ah Bad Geniue The Series..bisa jadi wishlist tontonan nih
BalasHapusReview yang komplit dan keren. Suka!!
wah, drama thailand seru juga ya mbak..
BalasHapussy belum pernah ni nonton drama thailand
Baca reviewnya aja udah terasa tegangnya. Jadi penasaran pengen nonton tapi kayanya nonton filmnya dulu yah, takut nggak kuat kalau langsung nonton dramanya hehehe
BalasHapusWah,cukup rumit ya kejadiannya. Tidak suka curang, malah terpaksa beberapa kali melakukan kecurangan. Memang hidup kadang seperti itu..hihi...
BalasHapusCerita dramanya cukupseru juga. Demi kepentingan masing-masing, mau berbuat kecurangan. Sampai diulik cara melakukan kecurangannya ya, cara yang sama sekali gak pernah saya kira, pakai detik jam segala hihihi
BalasHapusEh baru tau dibikin seriesnya. Aku udah nonton filmnya dan seru banget, aku suka. Jadi pemerannya ini beda lagi ya nggak sama kayak di film. Dibikin series gini bakalan lebih beda sih ceritanya, penasaran mau nonton juga.
BalasHapusSayang banget ya anak pintar tapi nggak cerdas sikapnya. Ah namanya juga cerita dalam film, eh drama ya. Dan sangsinya lama juga tuh sampai 6 bulan
BalasHapuswaktu nonton yang movie aku deg-degan nontonya Jiah :-D nonto bertiga sama suami & Alvin. Nah kalau serinya biasa aja nontonnya tapi tetap seru
BalasHapusBahkan jika kita tidak melakukan kecurangan, kehidupan ini akan mencurangi kita
BalasHapushmmm, i am not agree with this statement, hahaha. still be kind person everytime
kalo aku sudah nonton, artinya lagi males nulis. hehe.
BalasHapusgak pernah maksud utk menghindari film asia, tapi entah knp tiap nonton kepilihnya film eropa atau as. mungkin film thailand bs dicoba suatu saat
Banyak ya pilihan kegiatan selama pandemi, ada drama Thailand juga, dan aku masih bingun pilih mana nih. Lagi nemani anak PJJ juga, tapi baca ini seru kayaknya ya
BalasHapusAku baru nonton filmnya niiihhh, katanya kece juga ya seriesnya ya.. Lebih seru katanya.. Nanti mau nonton juga ah. Makasi infonya yaaaa
BalasHapusJadi anak pintar di kelas itu jadi dilema ketika teman-teman lainnya minta contekan. Antara mau jujur atau berbuat curang karena setia kawan. Antara untung dan rugi antara phala dan dosa. Sungguh sikap tegas yang harus diambil dan semuanya beresiko.
BalasHapusAku belum sempet nonton genius bad, padahal baca sinopsisnya menarik. Belum ada waktu kalau nontonnya.
BalasHapusSaya baru nonton filmnya euy. Baru tahu nih kalau Bad Genius dibuat jadi drama juga. Mau ah, kapankapan nonton ini~
BalasHapusJiah no spoiler.
BalasHapusWkkwkw...aku menantikan masalah yang terjadi di seputaran kehidupan remaja. Pasti seru dan yaah...itu gambaran dari didikan orangtua juga yaa..
Menurutku Lynn melakukan kecurangan karena bersumber dari kekecewaannya yang amat besar pada sistem pemberian beasiswa ya. Satu hal buruk akan berentetan menimbulkan reaksi buruk juga. Memang salah sih kecurangan itu, ruwet banget kalau mau menguraikan sebab akibatnya.
BalasHapusbelum sempat euy nonton bad genius versi drama ini. pernah nonton yang film dan itu benar-benar bikin sport jantung. hihi
BalasHapusContek menyontek ini emnag kaya lingkaran setan sih..aku sering banget nemu dan mergokin temen-temen di kelas pada jago banget nyontek entah di paha, dikertas, dimeja tau alas ujian..canggih-canggih dan aku jadi penasaran pengen nonton serial ini makasih infonya ya
BalasHapusIni salah satu lakorn favoritku nih. Cerita di series ini ga kalah seru dgn filmnya. Bahkan gosipnya ada lanjutannya loh. Semoga ya.
BalasHapusBtw, akting Jaonaay kurang nendang sih. Tapi masih bisa diacungi jempol sbg debutnya sbg aktor. Aku kenal dia dl sbg penyanyi. Lagunya enak2 banget sihhh..Nana cute banget hehehe (iyalah, anak BNK48 gitu loh).
Bener banget film ini bangus banget baik dari segi alur dan emosional cuman karena aku habis nonton the gifted (serial thailand juga) baru nonton bad jenius series jadi agak greget apalagi waktu mereka bikin rencana nggak ada gitu bahas manajemen resiko nggak ada niatan menambah skill juga biar nggak cuman pinter ngandelin otak.
BalasHapusMaaf banget gara gara habis nonton the gifted aku jadi lebih banyak keselnya padahal sebenernya bagus